Senin, 19 September 2011

Diskusi & Peluncuran Skema Pembiayaan di Margahayu, Bekasi

Tempe dan tahu sebagai makanan yang berkualitas telah menempati posisi strategis dalam dunia kuliner di Indonesia dan mancanegara. Tempe dan tahu telah berkontribusi besar dalam menjaga stabilisas kesehatan rakyat Indonesia, karena kandungan gizi dan vitaminnya yang sangat bermanfaat bagi tubuh serta harganya yang terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Kehadiran tempe di Indonesia menurut catatan manuskrip serat Chentini sudah ada sejak abad 16, artinya sudah 5 abad tempe exsist dalam khazanah makanan Indoneisa. Sepanjang kurun waktu tersebut, ternyata usaha produksi tahu dan tempe masih dalam katagori industri kecil dengan situasi sebagai berikut : (1) merupakan usaha rumahtangga, (2) cara pembuatan tempe tradisional, (3) Permodalan kecil, (4) Tenaga kerja banyak, (5) Pendidikan pemilik dan tenaga kerja masih rendah , (6) Kesadaran akan pelestarian lingkungan hidup rendah, (6) Belum memisahkan manajemen Rumahtangga dan Produksi.

Dibalik keterbatasan pada usaha tempe dan tahu, tersimpan potensi yang sangat besar untuk menjaga stabilitas ekonomi negara. Menurut Data Sosial Ekonomi Nasional tahun 2006, terdapat 116.000 pengrajin tahu dan tempe dan menyerap tenaga kerja sebanyak 285.000 orang dan 40-50% diantaranya, kebutuhan kedelai di Indonesia mencapai 2.2 juta ton dan 70% dipenuhi dari impor artinya Indonesia memiliki peluang meningkatkan produksi kedelai, peluang untuk menciptakan berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas produk.

Di era globalisasi, inovasi produk sangat diperlukan dalam dunia usaha, tujuannya adalah agar dapat bersaing dengan produk sejenis lainnya. Inovasi dimaksudkan untuk (1) menghasilkan suatu produk atau perubahan kualitatif pada produk yang sudah ada, (2) memperkenalkan proses baru ke Industri, (3) membuka pasar baru, (4) mengembangkan sumber pasokan dan (5) perubahan pada organisasi industri. Demikian pula dalam sektor tahu dan tempe. Usaha tempe di Jerman dan Jepang telah memasuki generasi ketiga yaitu tempe dan tahu telah diproses lebih canggih dalam industri farmasi. Oleh karenanya sektor tahu dan tempe Indonesia patut berbenah diri.

Mercycorps melalui Program Tahu dan Tempe (Program T & T) bertujuan meningkatkan pendapatan serta perbaikan kondisi kerja atau lingkungan bagi 40,000 produsen, pekerja, yang terlibat di sektor tahu dan tempe yang berada di wilayah perkotaan Jabodetabek. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut ada beberapa program yang dilakukan diantaranya adalah membangun kerjasama dengan berbagai pihak guna memperkuat sektor tahu dan tempe seperti membuka akses dengan lembaga keuangan untuk memperkuat permodalan, membuka akses dengan equipment supplier dalam penyediaan cleaner equipment dan equipment distributor untuk mempermudah pengrajin tahu dan tempe memperoleh cleaner equipment. Disamping itu, dilakukan pembuatan model percontohan tahu dan tempe di Jakarta yang menerapkan eco-efficiency, dengan tujuan agar pengrajin tahu dan tempe dapat menurunkan biaya produksi serta teknologi produksi yang ramah lingkungan, diperkenalkan juga tentang cara-cara produksi yang higienis.

Penyelenggaraan Diskusi dan Peresmian kemitraan antara lembaga leasing dengan equipment distributor di Margahayu, Bekasi merupakan upaya Mercycorps membuka akses bagi para pengrajin tempe dan tahu dengan lembaga keuangan dan equipment distributor agar mereka memperoleh pengetahuan, kesadaran dan beralih untuk memproduksi tempe dan tahu yang memenuhi Standar Kesehatan Produksi melalui penggantian peralatan produksi yang higienis.

Mempromosikan Peralatan Produksi
Penyelenggara diskusi dan penandatanganan MoU antara perusahaan Leasing SNP Finance dengan Equipment Distributor yang mengusung tema ” Meningkatkan Kualitas Produk melalui Kemitraan Strategis Sektor Tahu dan Tempe” ini dimaksudkan untuk memperkenalkan, mempromosikan peralatan produksi tahu dan tempe yang hygienis sekaligus membuka akses permodalan untuk memudahkan memperoleh peralatan tersebut bagi pengrajin tahu dan tempe.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat (1)Merealisasikan kemitraan bisnis antara berbagai stakeholder yang terlibat dalam industri tahu tempe (produsen tahu & Tempe, Distributor Cleaner Production dan lembaga keuangan - leasing)(2) Adanya showroom peralatan cleaner production di Bekasi. (3) Tersosialisasikannya project goal dari Program T& T kepada pengrajin tahu tempe di Bekasi dan pihak terkait lainnya. (4) Adanya diskusi dan sharing pengalaman antar para produsen tahu & Tempe tempe dengan Lembaga Keuangan – Leasing, Distributor Peralatan Cleaner Production dan Mercycorps.

Selain itu, melalui pameran peralatan produksi dan tawaran skema pembiayaan, program ini diharapkan mampu menarik minat para perajin untuk mau berubah demi memperbaiki pola produksinya, sehingga keinginan untuk menghadirkan produk tahu dan tempe higienis, efisien dan ramah lingkungan di Indonesia, khususnya di Jabodetabek bisa terwujud.

0 comments:

Poskan Komentar

'Related Post:' Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 


Silahkan copas [CODE]
diatas. Shout to tell us,
'n kami akan linkback:)


Tahu Tempe