Jumat, 21 Oktober 2011

Tips Memilih dan Menyimpan Tempe dan Tahu

Bahan utama tahu dan tempe adalah kedelai. Diantara bahan makanan nabati lainnya kedelai mengandung lebih banyak protein. Selain protein, kedelai juga kaya serat dan kalsium serta mengandung beberapa jenis vitamin dan mineral.

Tempe
Tempe merupakan produk asli Indonesia, yang saat ini tidak hanya disukai masyarakat Jawa. Bahan baku tempe adalah kedelai yang kemudian difermentasikan dengan bantuan sejenis ragi. Selain mengandung protein nabati, tempe juga mengandung beberapa asam amino yang dibutuhkan manusia.

Memilih dan menyimpan tempe
Tempe yang masih baru dan segar terasa padat jika ditekan, permukaannya diselimuti oleh jamur keputihan. Jika tempe mulai lunak, kehitaman, dan berlendir serta baunya menyengat tanda tempe sudah berusia beberapa hari. Jika ingin menyimpan tempe dalam lemari es, bungkuslah rapat-rapat, dan sebaiknya tidak menyimpan tempe lebih dari 3 hari dalam lemari es.

Tahu
Tahu merupakan sari kedelai yang telah digumpalkan, lalu dituang ke dalam cetakan dengan kain sebagai alas dan pembungkus. Sesudahnya tahu ditindih dengan pemberat untuk mengeluarkan kandungan airnya.

Tofu, tahunya orang Jepang
Beberapa resep di halaman ini menggunakan tahu Jepang yang disebut tofu. Di Indonesia, terutama di kota-kota besar tofu dijual dalam kemasan plastic kedap udara. Umumnya kualitas tofu bisa dipertanggungjawabkan karena menggunakan bahan pengawet yang aman untuk kesehatan.

Memilih Tahu Sehat Bebas Formalin
Tahu yang segar teksturnya padat, tidak berlendir atau berbau asam. Tahan hingga kurang lebih 3 hari dalam rendaman air matang yang diganti tiap hari dan disimpan dalam lemari es. Baru-baru ini begitu maraknya pemberitaan tentang banyaknya bahan pangan olahan termasuk tahu yang menggunakan formalin sebagai bahan pengawet. BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) sibuk melayani para produsen tahu untuk mengadakan pengujian laboratorium dan surat sertifikasi bebas formalin. Formalin merupakan suatu bahan kmia yang digunakan untuk kepentingan industry, bukan untuk produk makanan.

Beberapa produsen yang telah melakukan hal tersebut sebenarnya karena untuk memenuhi keinginan konsumen juga. Biasanya konsumen menginginkan mi dan bakso yang agak kenyal, tidak lembek, tahu yang tidak berbau, tidak mudah hancur dan sedikit kenyal.

Padahal, tahu tidak mungkin bisa bertahan lebih dari 12 jam tanpa pengawet. Untuk memuaskan konsumen beberapa produsen lalu memberikan beberapa tetes formalin pada air rendaman tahunya. Hasilnya, tahu yang direndam dalam air yang diberi beberapa tetes formalin menjadi tahan tiga hari tanpa bau. Tahu pun tidak mudah hancur dan sedikit kenyal. Tahu sebenarnya bisa lebih tahan lama jika dicampur sedikit larutan garam. Jika ingin digunakan keesokan harinya gantilah airnya. Sebenarnya masih banyak produsen tahu yang tidak pernah menggunakan formalin untuk produknya. Jika tetap ingin produk tahu tahan lama, gunakan pengawet yang diijinkan dan tidak membahayakan kesehatan. Ada baiknya konsumen perlu berhati-hati dalam membeli tahu.
Perbedaan antara tahu berformalin dan tidak berformalin :
 
TAHU BERFORMALIN
1. Bila dipegang/ditekan-tekan tahu terasa kenyal (tidak mudah hancur)
2. Warna putih butek
3. Dipakaikan formalin karena tahu tersebut tidak laku dan akan dijual besok
4. Setelah digoreng rasa tahu berbeda, sudah tidak terasa kedelainya, bila dimakan kenyal-kenyal

TAHU TIDAK BERFORMALIN
1. Bila ditekan-tekan lembek (gampang hancur)
2. Warna putih bersih
3. Setelah digoreng rasa kedelainya terasa dan tidak kenyal

Mengapa dipakaikan formalin? Karena :
1. Tahu tidak laku dan besok dapat dijual kembali
2. Pemakainnya gampang cukup dituangkan formalin kedalam air tahu
3. Harga pengawet formalin murah jadi tidak merugikan si penjual tp malah merugikan si pembeli..

0 comments:

Poskan Komentar

'Related Post:' Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 


Silahkan copas [CODE]
diatas. Shout to tell us,
'n kami akan linkback:)


Tahu Tempe