Jumat, 25 November 2011

Tempe Di Mata Peneliti Belanda

barbeque tempe
Tempe merupakan makanan dari Indonesia yang dibuat dari fermentasi terhadap biji kedelai atau beberapa bahan lain yang menggunakan beberapa jenis kapang Rhizopus, seperti Rhizopus oligosporus, Rh. oryzae, Rh. stolonifer (kapang roti), atau Rh. arrhizus. Sediaan fermentasi ini secara umum dikenal sebagai "ragi tempe".

Tahu tidak kalau tempe di Eropa sendiri ternyata diperkenalkan oleh orang Belanda yang dahulu pernah menjajah Indonesia. Pada tahun 1895 ahli mikrobiologi Belanda and ahli Kimia bernama Prinsen Geerlings mengadakan penelitian pertama untuk mengidentifikasi jamur tempe. Pabrik Tempe pertama di Eropa didirikan di Belanda oleh para pendatang dari Indonesia. Artikel berbahasa Inggris pertama (yang menyebut tentang tempe) muncul pada tahun 1931 dalam buku “Vegetables of the Dutch East Indies “, yang ditulis oleh J.J. Ochse. Artikel yang populer ini terdiri dari 7 halaman diterbikan di Perancis tahun 1982 dalam Le Compas.

Pizza tempe
Dilansir oleh Radio Nederland Wereldomroep (14-10-2010), bahwa tempe ternyata dapat mengobati diare dari hasil penelitian di mikrobiolog pangan Universitas Wageningen, Belanda. Universitas Wageningen merupakan universitas pertanian yang terkenal di Belanda. Petra Roubos, dialah yang meneliti khasiat tempe ini, Ia mengatakan "Sejumlah kalangan sudah lama menyatakan tempe dapat mengobati diare. Saya ingin membuktikan apakah hal itu benar”.

Petra Roubos
Menurut Roubos, tempe merupakan 'semacam kue kacang kedelai yang berjamur dan beragi'. Hasil penelitian darinya mengatakan lagi bahwa produk dari kacang kedelai ini mengandung bahan-bahan tertentu yang bisa mencegah bakteri penjangkit penyakit yang menempel di dinding usus. Sebenarnya sudah ada penelitian sebelumnya yang mengatakan bahwa Tempe dapat mengobati diare, dialah Van veen peneliti berkebangsaan negara kincir angin ini meneliti tempe pada awal 1940-an.

Penelitian yang dilakukan pada tahanan Perang Dunia II di Penjara daerah Pulau Jawa, ia mengungkapkan bahwa tempe terbukti mampu mengatasi disentri yang dialami para tahanan tersebut.

Tempe Belanda
Fisher may7 tempeh
Akhirnya Van veen mencoba untuk memperkenalkan tempe di Zimbabwe. Tetapi segala usaha untuk memperkenalkan tempe sebagai sumber protein yang murah di Zimbabwe dan negara berkembang lainnya di Afrika dan Amerika Selatan mengalami kegagalan karena penduduk setempat tidak terbiasa dengan makanan yang difermentasikan oleh jamur.

Disebutkan juga bahwa tempe mempunyai khasiat antara lain mempercepat berhentinya diare akut anak, mempercepat hilangnya lekosit darah, dan dapat meningkatkan berat badan serta status gizi. Terapi gizi menggunakan bahan makanan campuran dari tempe diberikan selama diare, setidak-tidaknya sampai tiga bulan pasca diare.

Kaum vegetarian di seluruh dunia banyak yang telah menggunakan tempe sebagai pengganti daging. Akibatnya sekarang tempe diproduksi di banyak tempat di dunia, tidak hanya di Indonesia. Hmm … ternyata dari jaman perang dunia 2 pemerintah Belanda sudah mengalokasikan sebagian dananya untuk penelitian, apa lagi berkaitan dengan pertanian pangan..


                                               ***
-----------
Sumber: http://kompetiblog2011.studidibelanda.com

0 comments:

Poskan Komentar

'Related Post:' Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 


Silahkan copas [CODE]
diatas. Shout to tell us,
'n kami akan linkback:)


Tahu Tempe