Kamis, 18 Agustus 2011

Pendampingan dan Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas Produk Pengrajin Tahu Tempe Jakarta Utara

Kegiatan  Pendampingan dan Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas Produk Pengrajin Tahu Tempe merupakan salah satu bentuk perhatian  Suku Dinas Perindustrian dan Energi – Kota Adminsitrasi Jakarta Utara kepada pengrajin tempe yang berada di Jakarta Utara. Tujuannya adalah agar kualitas tahu dan tempe dapat ditingkatkan dengan penggunaan Cleaner Production.  Acara yang diselenggarakan  pada tanggal 16 Agutus 2011 , bertempat di Kantor Kesekretariatan RW 12, di Jln. H. Murtado RT/RW 10/12 Tugu Utara, Semper dan dihadiri oleh 39 orang peserta yang kesemuanya pengrajin tempe. Tema utama kegiatan ini adalah Kita tingkatkan kualitas Produk Sentra Industri Tahu Tempe.

Dalam pembukaan acara yang disampaikan oleh  Bapak Lasman Napitupulu – Suku Dinas Perindustrian dan Energi – Kota Adminsitrasi Jakarta Utara,  dikemukakan bahwa  kegiatan ini merupakan tindak lanjut diskusi antara KOPTI Jakarta Utara, Sudin  dengan Mercycorp beberapa waktu yang lalu dan mendapat respon positif dari pemerintah daerah DKI Jakarta, sehingga terselenggara pelatihan ini. Waktu pelatihan yang terdiri dari 1 hari penyampaian materi dari narasumber dan beberapa hari  pendampingan penggunaan alat clearner production.

Mohammad Ridha – PO T&T  sebagai narasumber pertemuan ini menyampaikan mengenai Good Health Production yang meliputi 4 unsur yaitu Kebersihan pekerja, Kebersihan peralatan, kebersihan lingkungan kerja dan kebersihan produk. Melalui materi ini diharapkan  pengrajin tempe di Jakarta Utara memiliki kesadaran dan mengetahui  produksi tempe yang memenuhi standard Good Health Production.

Materi yang disampaikan oleh narasumber sangat tepat dengan kondisi pengrajin tempe di Jakarta Utara saat ini. Indikasinya adalah  mereka mengakui:
  • 1.    Bahwa tempat untuk merebus kacang kedelai sebagai bahan baku tempe  masih menggunakan drum. Mereka membeli dengan harga Rp 80.000 – Rp 100.000 per drum. Masa penggunaan barang tersebut  untuk jangka waktu 6 bulan – 1 tahun.
  • 2.    Jika drum karatan dan kemudian dibersihkan dengan meng”erok” karat dapat menyebabkan drum bocor sehingga mereka hanya mencucinya saja.
  • 3.    Untuk merebus menggunakan kayu bakar, sehingga pengrajin harus menyediakan tempat  untuk penyimpanan kayu baker, kemudian  lokasi penyimpanan menjadi sarang tikus.

Kekhawatiran Pengrajin tempe terhadap pergantian peralatan produksi adalah penggunaan gas elpiji. Kasus meledaknya tabung elpiji dibeberapa wilayah di Indonesia cukup berpengaruh terhadap aspek psikologis pengrajin. Melalui penyampaian informasi  tips penggunaan kompor gas elpiji secara benar dapat menghindari pengrajin dari ledakan gas elpiji.

Respon dari pengrajin tempe untuk menggunakan cleaner production cukup baik dan akan  dipikirkan setelah lebaran, karena konsentrasi saat ini untuk menghadapi  lebaran. Untuk hal ini, Kopti Jakarta Utara - Bapak Khalwi siap membantu pengrajin tempe untuk menyediakan cleaner Production. 

Selain itu,  penggunaan unsure tambahan seperti pewarna makanan yang dicampur dalam proses produksi tempe juga mendapat perhatian dari pihak Sudin Jakarta Utara dengan menginformasikan 26 jenis  bahan tambahan makanan yang diizinkan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI No 722/Menkes/PER/X/88. Informasi tersebut dilengkapi dengan pengaruh penggunaan bahan tambahan makanan terhadap kesehatan manusia. Penggunaan Borax  dan Formalin juga tidak luput dari pembahasan karena pemakaian zat pengawet tersebut dapat menyebabkan penyakit seperti;  kanker Paru-paru, gangguan;  jantung, ginjal, otak, kulit dsb.

Diakhir pertemuan terdapat  tips bagi customer  dalam memilih tempe yang baik : 1. Pilihlah tempe yang tidak diberi pewarna. 2. Amati tempe yang dibeli, apabila warnanya terlalu cerah atau mencolok sebaiknya jangan dipilih, karena pertanda bahwa makanan tersebut menggunakan pewarna “non food colour”. 3. Tempe baru terlihat segar dan terasa padat jika ditekan, permukaanya diselimuti oleh jamur dan berwarna putih. 4. Jika tempe mulai lunak, kehitaman, berlendir dan baunya menyengat, ini tanda tempe sudah beberapa hari. 5. Jika ingin menyimpan tempe untuk beberapa hari sebaiknya simpan didalam kulkas, bungkus rapat-rapat dan tidak lebih dari 3 hari.(Yuyu)

    0 comments:

    Poskan Komentar

    'Related Post:' Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

     


    Silahkan copas [CODE]
    diatas. Shout to tell us,
    'n kami akan linkback:)


    Tahu Tempe