Rabu, 07 Desember 2011

Suwarno: Terdorong Bikin Tempe Berkualitas

Suwarno – Pengrajin tempe kelahiran Pekalongan 62 tahun yang lalu itu tampak lebih muda 10 tahun dari usian sebenarnya. Pabrik tempe miliknya yang berlokasi  di Kavling Serpong RT 02/04 Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan telah berdiri sejak tahun 1990.

Dalam menjalankan roda usahanya, Pak Suwarno melibatkan isteri dan  4 orang anaknya serta 3 orang keponakannya yang tinggal serumah dengannya. Anak laki-lakinya yang saat ini masih kuliah sementer 6 di Pamulang lebih banyak membantu di proses produksi tempe, sedangkan putrinya yang juga kuliah di semester 2, bersama ibunya menjual tempe di pasar Serpong.

Di awal November 2011, Pak Suwarno membeli seperangkat peralatan produksi stainless steel ( Drum stainless ukuran 90kg, LPG dan mesin pengupas kulit kedelai) dari CV- Kubangan Prima. Informasi alat produksi dari stainless steel diperoleh dari Nuraji – pengrajin tempe asal Kranggan, Bekasi yang memperoleh subsidi pembelian drum stainless dari Mercycorps Indonesia. Pak Nuraji sendiri tak lain adalah  adik dari  Suwarno.

Perubahan yang paling dirasakan oleh Suwarno dengan mengganti peralatan stainless dan gas LPG  adalah karena kemudahan penggunaannya.

"Sekarang saya tidak perlu lagi membungkuk untuk mengambil kedelai yang telah direbus, untuk dipindahkan, untuk perendaman dan tentunya tidak membuat sakit pinggang..haha..".

Begitu pula penggunaan gas menurutnya telah menghemat waktu sekitar 3 jam,

"Biasanya merebus kedelai 250 kg mulai dari jam 9 pagi hinggá jam 3 sore, sekarang dari jam 9 pagi hinggá jam 11.  Kemudian masalah asap dan suhu udara di rumah juga lagi tidak panas"

Pergantian peralatan dan bahan bakar telah memberikan banyak manfaat bagi Pak Suwarno seperti  rumah tidak lagi banyak asap, waktu istirahat lebih panjang, hemat tenaga, rumah lebih bersih karena tidak ada tumpukan kayu dan alat baru ini bisa awet sampai 10 tahun. 

Penggunaan alat stainless telah menarik perhatian pengrajin disekitar Serepong seperti Bu Sidon dan Riyanto. Mereka juga berkeinginan mengganti peralatan produksi yang lama dengan stainless.

Pak Suwarno juga turut serta dalam program branding dari Mercycorps. Perkenalannya dengan Mercycorps melalui Pak Nuraji dengan memberikan informasi nomor telephone staff lapangan Mercy yaitu  Ana dan Aliq.

Proses pembuatan Merk Suwarno terhitung cepat. Setelah 2 minggu, tempe dikemas dengan menggunakan plastik bermerk  Tempe Suwarno, justru mengingatkannya pada Surat Izin Usaha, P- IRT (Pangan Industri Rumah Tangga), dan Izin Depkes yang perñah ia miliki 16 tahu lalu dengan nama Maju Jaya. Selain itu,  Pedagang di Pasar Serepong juga memberikan rekomendasi kepada konsumen. “Ini tempe yang enak", ujar seorang pedagang sembari menunjuk tempe merk Suwarno. Pembeli juga sudah mengenal Merk Suwarno. Bagi Pak Suwarno sendiri branding sangat penting karena produknya bisa dikenal lebih luas dan memotivasinya untuk menggunakan bahan-bahan yang berkualitas terutama kedelainya. Saat ini ia menggunakan kedelai super.

Meskipun baru hitungan bulan menggunakan kemasan berlabel dan menjualnya dengan harga Rp.7000/pieces serta menggunakan peralatan stainless, tetapi Pak Suwarno sudah mulai melihat kenaikan kapasitas produksi sebanyak 15 kg dalam catan pembukuannya, yaitu dari 250 kg/hari menjadi 265 kg/hari.[Yuyu/Irfan]

0 comments:

Poskan Komentar

'Related Post:' Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 


Silahkan copas [CODE]
diatas. Shout to tell us,
'n kami akan linkback:)


Tahu Tempe